Man Jadda Wajada


 مَنْ جَدَّ وَجَدَ

“Barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil.”

Sedikit cerita catatan ngaji dari guru saya KH Muhammad Katib Masyhudi pengasuh PP Fadlun Minalloh

 Saat Romo KH Muhammad Katib Masyhudi gowes ke Tegal beliau mencari rumah salah satu Alumni PP FADLUN MINALLOH yang bernama Krisdiyanto atau lebih akrab dipanggil dengan "Sutris". Ia adalah salah satu alumni angkatan 1991-1995 di PPFM. Selama ia boyong (keluar dari pondok) sama sekali tidak ada kabar tentangnya. Saat Romo yai hendak pergi gowes ke Tegal beliau ingin sekalian mampir di rumah Sutris yang kebetulan rumanya juga Tegal. Kemudian Romo yai mencari informasi rumahnya di graup whatsApp Alumni dan akhirnya beliau hanya mendapatkan info bahwa Sutris tersebut tinggal di daerah Dukuh.

 Dengan bermodalkan informasi bahwa rumahnya di daerah Dukuh, beliau tetap ingin mencari rumahnya sutris tersebut dan bertanya kepada orang-orang. Setelah sampai di daerah Dukuh beliau bertanya kepada seseorang dan ia menjawab “wah kemungkinan ketemu itu 0% pak, Dukuh itu Kecamatan sedangkan Kecamatan di sini sangat luas sekali” akan tetapi jawaban seperti itu tidak menggoyahkan keinginan Romo yai untuk mencari Rumah sutris. Setiap kali beliau bingung ke arah mana beliau membaca surat ad-dhuha kemudian berdoa kepada Allah dan pasrah kepada Allah.

 Singkat cerita akhirnya beliau sampai di sebuah pasar. Disitu ada seseorang yang menghampiri beliau dan bertanya

Bapak-bapak: “mau kemana pak”

Romo yai: “ke Dukuh mencari seseorang”

Bapak-bapak: “wah lah saya juga orang Dukuh  pak, mari saya antar ke masjid siapa tau nanti ada yang kenal dengan orang yang bapak cari” akhirnya Romo yai dengan bapak tadi pergi ke Masjid di daerah Dukuh dan disitu beliau berjumpa dengan bapak-bapak yang keluar dari masjid dan bertanya kepada romo yai

Bapak-bapak: “maaf pak ada apa ya”

Romo yai: “maaf pak saya sedang mencari orang yang bernama Krisdiyanto rumahnya itu di daerah Dukuh Tegal. Dia dulu pernah mondok di pesantren yang ada di Yogyakarta dan dia adalah anaknya pak haji Mashudi penjual jam di daerah ... (maaf saya lupa mencatatnya)

Bapak-bapak: “wah iya iya… saya kenal Yanto dan ia masih saudara saya pak. mari pak saya antar kepada adiknya”

Singkat cerita Romo yai bersama bapak tadi sampai dirumah adiknya Yanto kemudian ditelfonkan yanto. setelah telfon akhirnya Yanto menuju kerumah adiknya dan berjumpa dengan Romo yai.

Cerita tersebut mengajarkan kepada kita untuk selalu bersungguh-sungguh dan tidak mudah menyerah dalam segala hal apalagi bagi seorang murid (pencari ilmu). Walaupun banyak halangan di depan jagan sampai menyerah, pasrahkan semuanya kepada Allah karena Allah lebih mengetahui segala hal yang tidak kita ketahui sebagaimana yang dijelaskan oleh syaikh Az Zarnuji dalam kitabnya Ta’lim Muta’allim, beliau berkata bahwa: “Wajib bagi setiap murid untuk bersungguh-sungguh, terus-menerus, dan komitmen, tidak berhenti hingga tujuan dalam mencari ilmu tercapai.”

Pesan dari guru saya,

Jika engkau menginginkan sesuatu kuncinya ada tiga, yaitu:

  1. Niat yang kuat
  2. Usaha yang gigih
  3. Sabar

 




Lebih baru Lebih lama